Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Dinas PU Pengairan Siaga Dam untuk Hadapi Kemarau Basah

Home / Peristiwa - Daerah / Dinas PU Pengairan Siaga Dam untuk Hadapi Kemarau Basah
Dinas PU Pengairan Siaga Dam untuk Hadapi Kemarau Basah Dam Durrahman, Dusun Cungkingan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (8/4/2017). (foto: Ahmads/TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur terus menyiagakan dam-dam sungai untuk menghadapi masa kemarau basah yang sedang berlangsung. Ini dilakukan karena hujan masih saja turun walau harusnya telah masuk musim kemarau.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo dalam acara Festival Kali Bersih dan Merdeka dari Sampah yang digelar di Dam Durrahman, Dusun Cungkingan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Sabtu (8/4/2017).

NAMA_FILE_GAMBARKepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo, di acara Festival Kali Bersih dan Merdeka dari Sampah, Sabtu (8/4/2017).(foto: Ahmads/TIMESIndonesia)

“Kita harap tidak sampai terjadi hujan ekstrim agar arus sungai tidak meluap. Misalnya Sungai Setail yang mampu menangani debit air maksimal 250 meter kubik per detik, jangan sampai lebih tinggi,” kata Guntur.

Sungai Kalibaru yang maksimal bisa menangani debit air 500 meter kubik per detik juga rawan meluap bila terjadi hujan ekstrim panjang. Sungai-sungai tersebut tergolong besar dan mendapat aliran air dari catchment area (area tangkapan) yang luas, termasuk dari wilayah lereng Gunung Raung.

Guntur menjelaskan, Kabupaten Banyuwangi memiliki 166 sungai besar dan kecil dengan total panjang 2700 kilometer. Dinas PU Pengairan Banyuwangi memiliki sekitar 20 dam besar dan lebih dari seribu dam kecil untuk melakukan rekayasa aliran sungai.

“Kita bersiaga dengan penjagaan OP (Operasi dan Pemeliharaan red) di dam-dam besar bergantian shift. Ketika ada hujan ekstrim yang menaikkan sungai hingga dianggap berbahaya aliran air akan langsung dialihkan,” pungkas Guntur. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com