Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Gara-gara Ini, Pantai Syariah Banyuwangi Tak Lagi Khusus Perempuan

Home / Wisata / Gara-gara Ini, Pantai Syariah Banyuwangi Tak Lagi Khusus Perempuan
Gara-gara Ini, Pantai Syariah Banyuwangi Tak Lagi Khusus Perempuan Suasana pantai Syariah, pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, pada libur lebaran 2017. (Foto : Dian Efendi/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kerja keras Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memajukan sektor pariwisata dengan mencetuskan destinasi pantai Syariah, sepertinya harus rusak lantaran ketidak disiplinan instansi di bawahnya, yakni Satpol PP.

Pada libur lebaran, pantai yang berada di pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, yang diperuntukkan khusus wanita, berubah menjadi bebas karena tidak dijaga petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut.

Dari pantauan TIMES Indonesia, sepanjang libur lebaran tahun 2017, pengunjung laki-laki bisa seenaknya masuk dikawasan pantai Syariah. Papan pengumuman yang dipajang sama sekali tak dihiraukan. Apalagi Satpol PP yang biasanya berjaga, dilibur Idul Fitri memang tidak ada.

Kamis, 29 Juni 2017, TIMES Indonesia, telah menyampaikan kondisi tersebut pada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Banyuwangi, Edy Supriyono. Melalui sambungan telepon dia berjanji akan kembali menyiagakan anggota. Tapi kenyataanya, hingga Minggu (2/7/2017), tak ada satupun Satpol PP yang berjaga. Akibatnya, pengunjung laki-laki tetap leluasa masuk wilayah pantai privasi bagi perempuan tersebut.

Salah satu pengunjung laki-laki yang kedapatan masuk pantai syariah adalah Firman Adi, warga Situbondo. Dia mengaku nekad melanggar pengumuman karena melihat banyak pria lain yang bisa nimbrung bersama pasangannya.

"Ya masak cewekku ke sana saya ke sini, wong yang lain juga banyak. Kalau pengumumanya memang tak boleh, tapi kan tidak dijaga," katanya.

Hal serupa juga dilakukan oleh pengunjung laki-laki lainnya, tanpa menunjukkan rasa malu sedikitpun. 

“Mungkin peraturan lama itu mas, buktinya sekarang bisa kumpul dan nyewa kasur duduk juga bisa bareng istri saya,” kata Mohamad Hasyim yang sedang berlibur bersama keluarga.

Selama libur lebaran ini, saat Satpol PP tak lagi berjaga di pantai syariah, yang ada hanya petugas parkir. Namun karena tidak memiliki kewenangan mengatur pengunjung, mereka hanya diam saja.

Atas situasi ini, tak sedikit pengunjung perempuan yang menggerutu akibat tidak adanya petugas yang menjaga kawasan pantai syariah. Seperti yang diungkapkan oleh D, pengunjung asal Blimbingsari. Dia merasa tak nyaman jika pantai syariah yang seharusnya menjadi pantai privat untuk kaum hawa malah dijejali pengunjung laki-laki dewasa.

"Harusnya Satpol PP tetap berjaga walaupun lebaran, agar pulau Santen bisa menjadi wisata syariah yang sebenarnya," katanya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com