Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Menteri Muhadjir: Sistem Zonasi Akan Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan

Home / Pendidikan / Menteri Muhadjir: Sistem Zonasi Akan Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan
Menteri Muhadjir: Sistem Zonasi Akan Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan ILUSTRASI: Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Dok.TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sistem zonasi sekolah yang diterapkan pemerintah dalam dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dinilai mampu mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.

Demikian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan tujuan sistem zonasi sekolah.

"Dalam jangka panjang akan terwujud pemerataan kualitas pendidikan," kata Menteri Muhadjir di Bengkulu, Jumat (14/7) dilansir antara.

Menurut dia, sistem zonasi yang diterapkan pemerintah saat ini dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) adalah awal kebijakan untuk menghapus kastanisasi sekolah yakni sekolah favorit dan non-favorit.

Selama ini, kata Mendikbud, siswa dan orangtua siswa cenderung memburu sekolah favorit dengan anggapan bahwa di sekolah favorit kualitas pendidikan yang didapat akan tinggi. Akibatnya, sebuah sekolah favorit bisa dipastikan banyak diisi oleh siswa berprestasi dan kaya.

Sedangkan siswa yang prestasinya rata-rata atau kurang mampu terpaksa memilih sekolah pinggiran atau non-favorit.

"Teman saya punya pengalaman anaknya harus bersekolah sejauh 20 kilometer dari rumah karena tidak lulus di sekolah dekat rumahnya," ujarnya.

Kasus ini menjadi salah satu cermin untuk menerapkan sistem zonasi yakni calon siswa yang berada di sekitar sekolah akan diprioritaskan masuk ke sekolah itu.

Ke depan, kata Menteri, seluruh sekolah akan dijadikan sekolah favorit dan mencetak generasi muda yang berkualitas.

"Memang tahun pertama ini masih banyak kendala karena banyak pemburu sekolah favorit yang melakukan semua cara dan di sini ada celah kecurangan," katanya.

Menteri pun berjanji PPDB pada 2018 akan lebih baik dari pelaksanaan tahun ini dengan melakukan berbagai evaluasi. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com